← Semua rintisan
2011 – 2017Diakuisisi
Tiket.com

Tiket.com

Co-Founder & CTO

Dari nol menjadi platform pemesanan dalam 100 hari, lalu GMV USD 1 miliar.

Studi kasus

Tiket.com adalah agen perjalanan daring terdepan di Indonesia. Saya ikut mendirikannya dan memimpin rekayasanya selama enam setengah tahun.

  1. 01

    Masalahnya

    Kami harus membangun platform pemesanan dari nol dengan cepat, lalu menjaganya tetap berdiri ketika flash sale mendatangkan 150.000 orang sekaligus. Dengan anggaran perusahaan rintisan.

  2. 02

    Yang saya lakukan

    • Tim pendiri kami membawa produk dari nol menjadi platform pemesanan yang hidup dalam 100 hari.
    • Saya merancang platform yang sanggup menampung 150.000 pengguna bersamaan saat flash sale dan menjual puluhan ribu tiket dalam hitungan menit.
    • Saya membangun lapisan API B2B2C sehingga lebih dari 8.000 mitra bisa menjual inventori Tiket di agen perjalanan, situs promotor, dan portal korporat mereka sendiri.
    • Kami menahan kerugian akibat penipuan kartu kredit di 0,0025 persen dari nilai transaksi pada 2016.
    • Semuanya berjalan di 120 server produksi yang dijaga tiga sysadmin.
    • Saya membangun tim teknologi berisi 73 orang, 37 di antaranya insinyur perangkat lunak.
  3. 03

    Hasilnya

    Nilai transaksi kotor USD 1 miliar dari 2012 hingga 2017 untuk tiket pesawat, hotel, kereta, acara, dan sewa mobil. Blibli, bagian dari Grup Djarum, mengakuisisi Tiket.com pada 2017; grup itu kini tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode BELI. Platform ini meraih Best IT System di e-Corp Awards 2015, dan saya dinobatkan sebagai Best CIO pada tahun yang sama.

    USD 1B
    GMV, 2012 hingga 2017
    73
    Tim teknologi, 37 di antaranya insinyur
    150,000+
    Pengguna bersamaan saat flash sale
    8,000+
    Mitra terintegrasi API
    0.0025%
    Kerugian penipuan kartu, 2016
    40
    Server per sysadmin
Diakuisisi oleh
Blibli (Djarum Group), 2017
Kunjungi situs
tiket.com